Pelatih baru Real Madrid, Alvaro Arbeloa, menegaskan bahwa para fans berhak mencemooh tim setelah pekan yang penuh tekanan bagi klub. Meskipun Madrid menang 2-0 atas Levante, para penonton di Bernabeu tetap menyoroti performa beberapa pemain dan mengekspresikan kekecewaan mereka.

Arbeloa menyadari tekanan tinggi yang melekat pada klub besar seperti Real Madrid. Ia menekankan bahwa siulan dan kritik dari fans menunjukkan standar tinggi yang melekat pada klub: “Yang membuat kami hebat adalah standar tinggi klub ini… [Para penggemar] tahu kami bisa memberikan lebih banyak lagi, untuk berada di level Real Madrid.”
Situasi ini terjadi setelah Madrid kalah dari Barcelona di final Supercopa dan tersingkir dari Copa del Rey oleh Albacete. Arbeloa menyatakan bahwa cemoohan tersebut bukanlah hal yang perlu dihindari, melainkan sesuatu yang harus diterima dan dijadikan motivasi untuk memperbaiki penampilan.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Mendapatkan Kembali Kepercayaan Fans
Meski mendapat sorakan, Arbeloa menyebut bahwa tugas utamanya kini adalah mendapatkan kembali kepercayaan dan kasih sayang para penggemar. Ia menekankan bahwa kritik yang diberikan bukan hanya kepada para pemain, tapi juga kepadanya sebagai pelatih yang baru mengambil alih tim pada hari Selasa sebelumnya.
“Kami belum menjalani minggu yang baik, dan para penggemar berhak untuk mencemooh. Sekarang saya harus mendapatkan kembali kasih sayang mereka sebagai pelatih,” ujarnya. Dengan sikap terbuka ini, Arbeloa ingin menunjukkan komitmen penuh untuk memperbaiki situasi tim dan menenangkan ketegangan di tribun.
Selain itu, ada cemoohan yang ditujukan kepada presiden klub, Florentino Perez. Arbeloa membela presiden klub, menyatakan bahwa kritik tersebut berasal dari pihak yang tidak menyukai Real Madrid, bukan fans sejati yang menghormati kontribusi Florentino terhadap klub.
Baca Juga: Manchester United Mengincar Jean-Philippe Mateta: Upaya Memperkuat Lini Depan!
Fokus pada Pemain Kunci

Arbeloa menyoroti Vinicius Junior, yang menjadi sasaran kritik selama pemanasan dan pertandingan. Pelatih baru ini berjanji akan membantu Vinicius menampilkan performa terbaiknya, menekankan karakter, keberanian, dan potensinya sebagai salah satu pemain paling berbahaya di dunia.
“Dia tidak takut, dia memiliki karakter. Dia adalah salah satu pemain paling berbahaya, jika bukan yang paling berbahaya, di dunia. Lalu dia mewujudkan apa yang seharusnya menjadi pemain Real Madrid,” kata Arbeloa. Pendekatan ini menegaskan bahwa ia ingin membangun hubungan positif dengan para pemain sambil tetap menuntut performa terbaik.
Selain Vinicius, Arbeloa juga memuji Jude Bellingham. Gelandang muda itu disebut memiliki pengalaman, kedewasaan, dan kepemimpinan yang luar biasa, meskipun menjadi sasaran kritik fans. Hal ini menekankan komitmen Arbeloa untuk mempertahankan keseimbangan antara tekanan publik dan motivasi pemain.
Tantangan Arbeloa di Sisa Musim
Dengan hanya satu poin di belakang Barcelona setelah kemenangan melawan Levante, Madrid masih berada dalam persaingan ketat di puncak klasemen La Liga. Arbeloa harus menavigasi tekanan tinggi dari fans, media, dan ekspektasi klub sembari membangun tim yang konsisten.
Siulan dan kritik dari tribun Bernabeu bisa menjadi alat motivasi untuk mendorong performa yang lebih baik. Arbeloa menekankan pentingnya pemulihan mental dan fokus pemain agar tim mampu mencapai target dan memenuhi standar tinggi Real Madrid di sisa musim.
Dengan pendekatan terbuka, fokus pada pemain, dan pemahaman akan tekanan fans. Arbeloa mencoba menyeimbangkan ekspektasi publik dan performa tim untuk memastikan Madrid tetap bersaing di La Liga. Nantikan terus kabar terbaru seputar sepak bola menarik lainnya hanya di sportsetdecouverte.com.
