Kabar mengejutkan datang dari NBA setelah liga resmi menjatuhkan hukuman skorsing kepada bintang Philadelphia 76ers, Paul George. Pemain All-Star tersebut harus menjalani skorsing tanpa bayaran selama 25 pertandingan akibat pelanggaran Program Anti-Narkoba NBA/NBPA.

Hukuman ini mulai berlaku pada Sabtu waktu Amerika Serikat, bertepatan dengan laga Philadelphia melawan New Orleans Pelicans. NBA tidak membeberkan secara detail zat terlarang yang menyebabkan hukuman tersebut.
Namun, Paul George secara terbuka mengakui kesalahannya melalui pernyataan yang disampaikan kepada ESPN. Ia menyebut bahwa dalam proses mencari pengobatan terkait kesehatan mental, dirinya keliru mengonsumsi obat yang tidak sesuai aturan liga.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Pengakuan tersebut diiringi permintaan maaf kepada organisasi 76ers, rekan setim, dan para penggemar. George menegaskan bahwa ia bertanggung jawab penuh atas tindakannya. Kejujuran ini mendapat respons beragam, namun tetap menjadi sorotan besar mengingat statusnya sebagai salah satu pemain utama tim.
Dampak Finansial dan Konsekuensi Kontrak
Skorsing 25 pertandingan ini berdampak signifikan secara finansial bagi Paul George. Dari total gaji musimannya sebesar 51,7 juta dolar AS, ia harus merelakan sekitar 11,7 juta dolar AS. Artinya, setiap pertandingan yang dilewatkan bernilai hampir setengah juta dolar AS bagi sang pemain.
Bagi Philadelphia 76ers, absennya gaji George justru memberi sedikit ruang finansial. Uang yang tidak dibayarkan akan menjadi kredit pajak, membantu tim mendekati batas aman pajak mewah NBA. Dengan perhitungan terbaru, Sixers diperkirakan hanya sekitar 1,3 juta dolar AS di atas batas pajak tersebut.
Meski secara keuangan memberi sedikit kelonggaran, secara teknis kehilangan George tetap menjadi pukulan besar. Ia merupakan salah satu pemain dengan kontrak tertinggi dan peran krusial dalam rotasi tim, baik sebagai pencetak angka maupun pemain bertahan elite di perimeter.
Baca Juga: Junior Kroupi Bersinar, Bournemouth Kalahkan Wolves 2-0
Tantangan Besar di Tengah Perburuan Playoff

Philadelphia memasuki masa sulit ini dengan rekor 26 kemenangan dan 21 kekalahan, menempati peringkat keenam Wilayah Timur. Statistik menunjukkan perbedaan nyata ketika Paul George bermain dan absen. Sixers mencatat rekor 16-11 saat George tampil, sementara tanpa dirinya hanya 10-10.
Joel Embiid, sebagai pemimpin tim, mengakui betapa sulitnya menggantikan peran George. Menurut Embiid, George adalah pemain serba bisa yang mampu berkontribusi di kedua sisi lapangan. Ia bisa mencetak poin, menciptakan peluang, menjaga lawan terbaik, hingga menjadi penghubung permainan.
Absennya George memaksa Sixers mengandalkan kedalaman skuad dan penyesuaian strategi. Laga melawan Pelicans yang berhasil dimenangkan tanpa George menjadi sinyal positif, namun konsistensi dalam jangka panjang tetap menjadi tanda tanya besar.
Dukungan Tim dan Harapan untuk Bangkit
Pelatih kepala Nick Nurse memilih pendekatan tenang menyikapi situasi ini. Ia menolak membahas detail percakapan pribadinya dengan George, namun menegaskan bahwa tidak ada masalah internal yang serius. Nurse menilai George sebagai pemain profesional, pemimpin yang baik, dan sosok yang disukai di ruang ganti.
Isu kesehatan mental yang disinggung George juga mendapat perhatian khusus. Dalam beberapa tahun terakhir, NBA semakin terbuka terhadap isu ini, dan banyak pihak berharap kasus George menjadi pengingat pentingnya pendampingan medis yang tepat bagi atlet.
Bagi Paul George, skorsing ini menjadi titik refleksi penting dalam kariernya. Sementara bagi Philadelphia 76ers, 25 pertandingan ke depan akan menjadi ujian mental dan taktik. Jika mampu bertahan dan tetap kompetitif, kembalinya George nanti bisa menjadi dorongan besar menuju playoff. Nantikan terus kabar terbaru seputar Sport Global menarik lainnya hanya di sportsetdecouverte.com.
