Pep Guardiola, pelatih Manchester City, menyoroti insiden cemoohan yang terjadi saat para pemainnya menjalankan ibadah Ramadan dalam pertandingan Liga Premier melawan Leeds United di Elland Road. Babak pertama dihentikan sementara pada menit ke-13 agar para pemain Muslim City bisa berbuka puasa saat matahari terbenam di Yorkshire barat.

Pemain yang terlibat antara lain Omar Marmoush, Rayan Ait-Nouri, dan Rayan Cherki, sementara Abdukodir Khusanov berada di bangku cadangan. Mereka diberikan waktu singkat untuk minum dan memulihkan energi sesuai protokol yang telah disepakati Liga Premier selama beberapa tahun terakhir.
Namun, beberapa penggemar Leeds United justru mencemooh saat para pemain City melakukan buka puasa. Guardiola menekankan pentingnya rasa hormat terhadap keyakinan dan keberagaman dalam sepak bola modern.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Pernyataan Guardiola tentang Hormat dan Keberagaman
Setelah pertandingan, Guardiola berbicara mengenai pentingnya menghormati agama dan keberagaman dalam dunia olahraga. Ia menyayangkan cemoohan tersebut, mengingat tindakan buka puasa hanya memakan waktu satu atau dua menit sesuai protokol liga.
“Ini dunia modern, kan? Anda harus menghormati agama dan keberagaman, itulah intinya,” ujar Guardiola. Ia menekankan bahwa tindakan ini seharusnya dipahami sebagai bagian dari upaya membuat sepak bola lebih inklusif bagi semua pemain.
Insiden ini menjadi pengingat bahwa meskipun sepak bola berkembang, masih banyak edukasi yang dibutuhkan untuk memastikan penerimaan penuh terhadap praktik agama dan budaya yang berbeda di lapangan.
Baca Juga: Manchester City Cemas, Erling Haaland Terancam Cedera Setelah Ditarik di Babak Pertama Lawan Fulham
Reaksi dari Kick It Out dan Klub Leeds

Kelompok anti-diskriminasi Kick It Out mengeluarkan pernyataan resmi yang menyoroti protokol buka puasa sebagai langkah penting untuk inklusivitas. Mereka menyebut cemoohan tersebut mengecewakan, terutama karena penjelasan tentang penghentian sementara ditampilkan di layar stadion untuk memberi pemahaman kepada penonton.
Kick It Out menekankan bahwa menghentikan permainan sementara untuk berbuka puasa sudah menjadi praktik yang diterapkan selama beberapa tahun terakhir dan penting untuk menghormati komunitas Muslim dalam sepak bola.
Sementara itu, asisten pelatih Leeds, Edmund Riemer, menyatakan kecewa dengan beberapa pendukung yang mencemooh, namun ia mengaku fokus pada pertandingan sehingga tidak terlalu terdengar selama laga.
Kemenangan City dan Pentingnya Toleransi
Meskipun menghadapi cemoohan, Manchester City berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 atas Leeds United, dengan gol tunggal dicetak oleh Antoine Semenyo. Hasil ini menjaga posisi City tetap kompetitif di Liga Premier.
Insiden ini menekankan bahwa penerimaan dan toleransi terhadap praktik keagamaan masih menjadi tantangan di sepak bola. Guardiola dan Kick It Out menegaskan pentingnya edukasi bagi penggemar agar olahraga bisa lebih inklusif.
Dengan terus menekankan rasa hormat, keberagaman, dan protokol inklusif, Liga Premier diharapkan menjadi contoh bagi liga lain dalam memastikan setiap pemain dapat menjalankan keyakinannya tanpa gangguan. Nantikan terus kabar terbaru seputar olahraga menarik lainnya hanya di sportsetdecouverte.com.
